oleh

Ratusan Mahasiswa UNW Bantu Penanganan Tengkes di 50 Desa

Sebanyak 484 mahasiswa Universitas Ngudi Waluyo (UNW) melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) di 50 desa di Kabupaten Semarang. Pelepasan para mahasiswa KKN ke desa lokasi itu dilakukan oleh Sekda Djarot Supriyoto mewakili Bupati Semarang, di halaman rumah dinas bupati setempat, Senin (31/7/2023).

Rektor UNW Prof Subyantoro menjelaskan, tujuan KKN fokus pada penurunan angka tengkes (stunting) di lokasi kegiatan.

Baca Juga  Terobosan UUCK dalam Atur Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang Berkeadilan

“Pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu tri dharma perguruan tinggi kali ini mendukung penurunan angka stunting. Kami juga menjalin kerja sama dengan BKKBN Jawa Tengah, di desa dengan angka stunting tinggi di Sumowono,” terangnya.

Sekda Kabupaten Semarang Djarot Supriyoto berharap, para mahasiswa dapat memanfaatkan ilmu pengetahuan dari kampus untuk membantu warga yang membutuhkan.

Baca Juga  Mempererat Silaturahmi, Pendiri Journalist Boarding School Undang Danlanal Letkol Banten

“Jadilah agen perubahan membantu masyarakat menjadi lebih baik dan sejahtera,” tegasnya.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyakarat (LPPM) UNW Sugeng Mariyanto menerangkan, para mahasiswa akan disebar di 12 kecamatan. Mereka berasal dari Fakultas Komputer dan Pendidikan, Kesehatan, serta Hukum dan Humaniora. Tak hanya menyentuh balita dengan kasus stunting, para mahasiswa juga akan memberikan edukasi kepada warga. Di antaranya, dengan penyuluhan hukum bagi para remaja calon pengantin, taklimat kesehatan bagi ibu hamil dan menyusui.

Baca Juga  Sekjen Gerindra: Keinginan Menjadikan Prabowo Presiden agar Dapat Berkontribusi Memanjukan Indonesia

“Kegiatan KKN akan berlangsung sampai dengan akhir Agustus mendatang. Kami mewanti-wanti mahasiswa, untuk tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis selama KKN menjelang tahun politik 2024,” tandasnya. (in/rls)

News Feed